Siwon’s Girl Version Photo Teaser

Dan setelah pengorbanan nge-charge Iphone sana-sini *ketauan nggak modal*, akhirnya poster SW-GV jadi juga. Jadi, untuk postingan yg berkaitan dgn SW-GV, aku bakal pake poster-poster ini..

*Ini buat The Seriesnya*

*For some occasion, ntar aku juga bakal pake yang ini*

Enjoy the series ya!!!

Ps: “Don’t forget to love me >.< chu~” (Michi)


Advertisements

[Siwon’s Girl Version] Existance

Terkadang, kita tidak pernah menyangka hidup kita akan seperti apa dan menjadi apa. Aku sendiri sampai sekarang masih tidak percaya bahwa aku adalah putri dari seorang Choi Siwon. Oh, come on! Who’s my dad?? CHOI SIWON! Seolah sudah menjadi satu paket resiko seorang artis, kehidupanku, bahkan gerak-gerikku, selalu diekspose.

Singkat kata, I AM FAMOUS, as famous as my Dad.

Bahkan sejak ‘kemunculan’ku pun aku sudah terkenal.

SUPER JUNIOR CHOI SIWON’S DAUGHTER PICTURES REVEALED!!!

Super Junior Choi Siwon finally introduced his ‘secret daughter’ that had been rumored recently. Some sources said that this picture was taken 10 years ago. Now the gossip is rolling, who is the mother???

Dan seminggu setelah fotoku itu beredar, Appa mengadakan konferensi pers yang katanya sempat memecahkan rekor. Yea, katanya, konferensi itu dihadiri ribuan wartawan. Well, aku tidak tau pasti, soalnya, setelah Appa mendapatkan hak asuhku, aku langsung dibawa Granny (Eomma-nya Appa) ke China.

Kupikir, setelah tinggal di China, aku bisa hidup damai tanpa kejaran paparazzi, seperti yang diharapkan keluarga Choi. Tapi nyatanya? Fotoku lagi-lagi beredar di internet. Kali ini, memang kesalahanku sih. Waktu itu lagi jaman-jamannya Facebook. Aku dengan bodohnya meng-upload foto semasa Secondaryku.

And as u can guess it, para netizen berlomba untuk mendapatkan profile diriku. Puncaknya, Appa jadi buruan paparazzi lagi soal usiaku yang sebenarnya. Haisssh…

Yang paling nyebelin, adalah gosip baru-baru ini. Masa aku dikira yeojachingunya Appa? Lol. Read this news:

CHOI SIWON’S HAS A NEW GIRLFRIEND???? *dari judulnya aja udah lebay*

Saturday, 15/05–Seoul

A girl that had been rumored as Choi Siwon’s new girlfriend was captured by paparazzi. When this actor entered the car, this girl came in instead, sat beside him.Setelah (lagi-lagi) Appa mengadakan konferensi pers, akhirnya gosip gila itu pun terklarifikasi. Aku paling geli saat ada seorang reporter dengan bodohnya bertanya pada sesi tanya jawab.

“Choi Siwon-ssi, benarkah gadis itu adalah Michi Choi? Kami kira, Michi Choi tidak se-mature itu beberapa tahun lalu…”

Oh, come on, stupid paparazzi! I’m growing up! Apa sampai aku mati nanti wajahku akan sama terus??? Tentu tidak, kan…

Tapi, kalau boleh jujur, aku tidak selamanya benci dengan paparazzi. Banyak juga pihak yang memberitakanku dengan cara yang positif, maksudnya, tidak hanya membuat gosip aneh-aneh tentang diriku. Contohnya, setelah konferensi mengenai aku-yang-dikira-pacar-barunya-appa itu, sebuah majalah menuliskan, MICHI CHOI IS THE REAL CHOI SIWON’S COPY PASTE.

Hah? Apa maksudnya?

Saat kubaca lagi, rupanya majalah itu mengatakan, “semua keindahan seorang Choi Siwon seolah diturunkan pada putrinya…”

Wow! Aku speechless…

http://my-chili-city.com

Kyaaaa!!! Kyaaaa!!! Kyaaaa!!!! Ni Hao!!! Ini adalah postingan pertama tentang Michi. Sumpah di atas kitab Babah Hong, semua ini adalah fiktif belaka. Berita tentang Michi, tentang eksistensinya sebagai anaknya Choi Siwon, semua hanyalah hasil imajinasi saya. Nggak ada maksud buat nge-bash Siwon, apalagi menjatuhkan pamornya (orang aku biasnya) hahaha…

Over-all, keep love Michi Choi!!! >.<

Tendsoooo~

What Happen With You????

Cherry’s POV

Siwonnie nyebelin!!!! Sumpah ya, sikapnya seharian ini  TERAMAT menyebalkan. Bayangin, aku dicuekin! Kalau aku tanya ada apa, dia pasti hanya akan menjawab, “Hmmm… Pikirkan lah sendiri.”

Ieuuuhhh… Lebih baik ia mengatakan kesalahanku secara terang-terangan daripada mendiamkanku seperti ini. Sebenarnya, salahku itu apa?! Apa yang membuatnya sampai sebegitunya???

Hell! Aku benci dicuekkin!!!

“Fine, Siwonnie! Maaf kalau aku punya salah kepadamu! Tapii… Bisakah kau beritau aku, apa kesalahanku sampai kau mendiamkan aku seperti ini??!!!!” tanyaku pada Siwon sepulang sekolah.

Siwon tak menggubrisku. Ia malah melenggang pergi, tanpa peduli aku yang susah payah mengejar sembari menahannya, layaknya orang bodoh

“SIWONNIE!”

Mungkin, karena melihat kesabaranku yang sudah mulai menipis, Siwon agak sedikit luluh (similiar with: ngeri) dan ia pun menghentikan langkahnya. Tepat di tengah-tengah koridor lantai 2 yang sudah mulai sepi, Siwon mengeluarkan Iphone dari saku celananya.

Sumpah aku nggak ngerti –”

“Lihat ini!”

Ottokhae! Itu kan foto yang diambil Ahra Onnie (Onnienya Kyu)untuk shoppinglinenya tahun lalu. Sekedar iseng-iseng sih…

Dan… Apa gara-gara foto ini Siwonnieku jadi semarah itu? What’s wrong?!

“KAU PIKIR KAU SEKSI HAH?! Bisa-bisanya kau memamerkan tubuhmu sampai sevulgar itu?!”

Aku nyaris tersedak air liurku sendiri. “VULGAR?! Kau bilang foto ini vulgar?! Come on Choi Siwon! Aku kan tidak sampai telanjang bulat…”

“Tapi pose-mu itu, cara berpaikanmu! Sama sekali tidak berkelas!”

“It’s fashion, Siwon Choi! Fashion itu tak peduli apakah berkelas atau tidak. It’s artistic, It’s fashion!” sanggahku pada statement Siwon.

“Ya tapi kau tidak perlu sevulgar itu lah! Pose-mu, ieeeww~”

Uuuhhh… Aku sudah mengepalkan tanganku bulat-bulat, berusaha meredam amarahku untuk tidak melayangkan tinjua andalanku ke muka tampannya. Vulgar… Pose… Cih, tau apa dia tentang fashion?!

“Lalu kalau kau tidak suka, kenapa tidak kau hapus hah?” Aku langsung merebut Iphone dari tangannya. “Sini, kuhapus saja foto yang VULGAR ini!” kataku dengan penuh penekanan. “Supaya kau tidak marah-marah gaje seperti ini…”

Saat hendak meng-tap icon tong sampah di layar Iphone-nya, Siwon buru-buru merebut Smartphone kesayangannya itu dari tanganku. “Eh! Waeyo?!”

Bukannya menjawab pertanyaanku, Siwon segera me-lock Iphonenya dan memasukkannya kembali ke dalam sakunya.

“Cih, begitu-begitu kau juga suka kan? Haaahhh… Memang semua namja itu sama. Kau pun tidak bisa memungkiri kalau kau juga suka aku berfoto seperti itu kan???’

PLETAK!

Ia menjitak kepalaku seenaknya. Uuhh… Sakit tau!

“Yang boleh melihatmu seperti itu hanya aku karena kau hanya milikku seorang! Camkan itu!”

PLETAK!

Sekarang, gantian aku yang menjitak kepalanya.

“Seenaknya saja. Memang kau siapa, melarang-larang aku untuk melakukan ini itu???”

“Well… Bukannya aku melarangmu melakukan apa yang kau suka…” Siwon kini meraih wajahku, menempelkan kedua telapak tangannya, membuatku bisa lebih dekat menatap mata coklat nan teduhnya itu. “Aku hanya tidak ingin, mata-mata nakal itu memiliki interpretasi yang aneh-aneh terhadap dirimu. Err… kau tau maksudku, kan???”

“Ya. Dan mata-mata nakal itu termasuk kau!” aku langsung melepas telapak tangannya yang sukses membuatku stuck hanya pada mata indahnya.

“Tapi, kan.. Setidaknya, aku ini kekasihmu. Masa iya aku berpikir aneh-aneh tentang yeojachingku sendiri?” elaknya.

“Justru karena kau namjachingku, kau pasti akan berpikir yang aneh-aneh…”

Tiba-tiba, Siwon mengacak rambutku seenaknya. “Apaan sih?!”

“Aku ga nyangka, kau bisa mirip ulzzang di foto itu. Xixixixi…”

“Memang aku ini ulzzang face, kan?” kataku percaya diri. Siwon langsung memasang muka neg.

“Terserah kau saja deh. Pulang yuk!” ajaknya, sembari menarik tanganku, berjalan bersama menyusuri koridor, keluar dari sekolah menuju stasiun MRT.

Sumpah… Siwon aneh hari ini. Tadi marah-marah, sekarang jadi baik banget. Hiii… Aku jadi ngeri @@

Siwon’s POV

Bukannya aku tak suka Cherry foto seperti itu. Bukannya aku tak suka, Sweety Cherryku bertransformasi sejenak, memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang plain. Aku hanya takut jika orang-orang memintanya untuk melakukan lebih dari itu dan pada akhirnya, mereka melukai Cherryku. She’s too nice to be hurted.

-END-

Makin gaje, makin gaje, makin gaje….. >.<

GROOAAARRRR!!!

Abaikan saja postingan ini. Sungguh, ini bukan postingan yang penting apalagi sangat menghibur. Saya hanya ingin menuangkan apa yang ada di dalam kepala saya.

I just freakin’ crazy with those shit assignments from her. Drawing a pic about favorite scence in the movie meanwhile we haven’t finished watch it yet? What a STUPID teacher. She ask us without thinking, just ask ask and ask. Any brain, mistress???? Do you have any brain??????

Then about this week and the next week. WHAT A FREAKIN’s WEEK!!! Test everyday. Notice it, EVERYDAY, then on the next week, we’re gonna have our final exam.

ARRGGHHH…. Feels like, there’s a BOMB that gonna explode. ARRRGHGGHHHH!!!!

Juliette, Oh My Juliette!

Holiday means Holy Day. Yeah, hari yang sangat-sangat suci, sangat-sangat berharga, dan sangat-sangat MENYENANGKAN. Bermalas-malasan, nothing to do, break sejenak dari tugas-tugas menjijikan itu. Ahhh… How it’s really really worth.

Dan sesuai dengan hobi dikala senggangku, aku tengah membaca buku yang kemarin baru saja kubeli. Ditemani dengan lagu jazz favoritku, hari Sabtu yang damai ini terasa semakin menyenangkan.

“Siwooooonnnn!!! Main yuk!!!!”

Samar-samar aku mendengar suara dari depan rumah. Suara yang kukenal. Suara yang menginterupsi. Suara yang akan menjadi pertanda ‘kegilaan’ akan segera dimulai.

“Siwoooooonnn!!! Siwonnie the poohkuuuuuu!!! Yuhuuuuu!!!!”

Ahhh… Sebentar lagi saja lah. Tanggung nih, aku sudah sampai halaman terakhir.

Whew, tak sampai 5 menit akhirnya aku selesai juga membaca Chicken Soup For The Soul ini. Segera aku berlari ke balcony kamarku dan mendapati si sumber suara kini tengah berkangen-kangenan dengan dongsaengku, Jiwon.

“Oppa! Oppa!” Jiwon yang menangkap sonar kehadiranku di balcony itu langsung melambai-lambaikan tangan, mengisyartkanku agar aku segera turun untuk menemui yeoja yang ada di sampingnya itu. “Oi! Cepat turun!”

Aku hanya tersenyum saat yeoja di sebelah Jiwon ikut-ikutan tersenyum saat Jiwon menyuruhku turun tadi. Haha, kami seperti ada di jaman Romeo and Juliette saja. Bedanya, yang ada di balcony itu aku, bukan Cherry XP

Cherry Cherry Cherry… Aku yakin, tak lama lagi akan ada masalah konyol yang akan terjadi pada kami, padaku lebih tepatnya. Yeah. Dimana ada Cherry, disitu pasti akan terjadi masalah. Sesuai nicknamenya, dia itu kan Cherry The Troublemaker…

Ah, tapi… biarpun begitu, Cherry sudah berjasa banyak dalam hidupku. Ia seperti oksigen, yang membuatku tak bisa hidup tanpa kehadirannya. Ia seperti pelangi yang membuat hari-hariku yang flat ini menjadi lebih berwarna.

“WOI!!!!” Cherry dengan ekspresi marah yang dibuat-buat, memecahkan lamunanku. “Aku ke sini bukan untuk melihatmu senyam-senyum di atas balkon, ya!!!

“Lalu kau ke sini mau apa?” tanyaku masih tetap di atas balkon yang ada di depan kamarku, menikmati wajah aegyonya yang imut itu >.<

“Mau meminta Siwon oppa untuk segera turun!!!” Cherry terlihat malas berbasa-basi. “Sudah, ah. Cepat turun! Aku sudah jauh-jauh ke sini, kau malah lelat-lelet…” ia mengomel ini itu.

“Hihiihi… Dasar Oppa dan Onnie. Romantis dikit, dong!!!” timbrung Jiwon yang dari tadi belum enyah juga.

“Hey! Ini acara orang dewasa. Anak kecil, cepat masuk!!!”

“Ahhh… Iya-iya oppa…” cibir Jiwon. “Onnie, kalau oppa tidak turun-turun juga, lempari saja dia batu. Nggak apa-apa, kok…”

“JIWOOOOONNNN!!!!” aku geram, dan segera berlari ke bawah. “Grrrr… Kau iniiii….” aku pura-pura ingin mencekik Jiwon saat bertemunya di bawah. Tak terlalu memedulikannya, aku segera menemui Cherry yang masih di luar.

“Oh, Julietku… Kenapa kau begitu lamanya berdandan…” gerutu Cherry dengan muka juteknya.

“Yang Juliet itu seharusnya kau…” protesku.

“Masa bodoh lah,” ia mengibaskan tangannya. “Jalan, yuk!”

“Boleh. Tapi, sebentar ya. Aku ganti baju dulu..” kataku sambil mengajaknya masuk ke dalam rumah. Nggak enak, dong, masa yeojachingku disuruh nunggu di depan.

Tak lama aku pun turun, dan kami pun segera pergi. Errr… Entahlah. Aku belum tau pasti kami akan kemana.

“Oh, my Juliette…” Cherry iseng, pura-pura bergelayut manja di tanganku.

“Iiihh.. apaan sih?!!” sumpah ya. Aku paling jijik sama cewek yg suka bermanja-manja.

“Julieeeetttt… Unyuu unyuu…” sekarang, Cherry malah mencubit pipiku. Iaawww~~!!! “Ahh.. You are sooo beautiful…”

“Cherry, stop ya, STOP!”

“Ahh.. Juliette jangan marah dong… Kalo marah, jadi tambah imut dehhh >.<”

“CHERRY!!!”

“Apa Juliette??” tanyanya sok aegyo.

“Kalo kamu masih gitu terus, aku pulang lho.”

“Ah, Juliette… Jangan galak-galak dong…”

Uuuhhh… Gemas aku dengan Cherry. Iihh.. Andai yang dihadapanku ini bukan yeojachinguku, aku pasti sudah muntah-muntah di hadapannya.Sumpah, jijik jijik jijik!

“Juliette???”

“Tau, ah!” aku berjalan mendahuluinya

“Ahh.. Iya-iya! Siwonnie the poohku!!!” Panggilnya sambil mengejarku.

Akhirnya… Dia kembali normal.

HUP! Eh?? Apa ini? Cherry memelukku dari belakang?? Wah… Bener-bener lagi kerasukan nih anak…

“Don’t leave me…” bisiknya dan aku hampir tidak mendengarnya. Aku.. Sumpah, aku speechless. Tumben-tumbennya anak ini romantis. “Don’t leave me… Now and forever…” ulangnya lagi setelah melepas pelukannya. Ahh.. Padahal, aku ingin ia memelukku lebih lama lagi. Kejadian ini langka, lho. Catat itu!

“Eh.. Apa.. Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan meninggalkanmu?” tanyaku bodoh karena aku tidak tau mampu mencari kata-kata yang tepat. Demi Tuhan, aku serasa membeku.

“Pokoknya,” Cherry menggengam erat tanganku yang sudah kelewat dingin sampai mati rasa ini. “Jangan tinggalkan aku, ya…” Sekarang, Cherry menatapku dengan keseriusan wajah aegyonya yang selalu membuatku meleleh itu. “…my Julliette :D”

Omonaaaa… Lagi-lagi?! Look! Cherry langsung nyengir kuda. Awas saja anak ini!

“GYAHAHAHA!!! Aktingku keren kan, Siwonnie???”

“Tau, ah,” kataku sebal. Ahh.. Kupikir dia serius dengan adegan romantis-romantisan ini. Taunya ngerjain. Uuhh… Lagi-lagi aku termakan kejahilannya. SEBALL!!!! >.<

“Ayolah.. Jangan gitu dong, Siwonnie… Err.. My Juliette? Xixixi…”

“CHERRY HAN!!!” Aku sudah bersiap-siap untuk menjitaknya, tapi ia keburu lari. Tau kan, apa senjata andalan seorang Cherry Han???

Cih, sayangnya, kecepatan larinya tak lebih dari kecepatan seekor siput. Aku bisa dengan mudah mengejarnya. Dan sesudah terkejar, aku langsung menariknya ke dalam pelukanku. She’s surprised?! Of course she is!

Tumben ia tidak protes saat kupeluk, pikirku.

“You said that you don’t want me to leave. Then you leave me…” bisikku. Cherry membenamkan kepalanya dalam pelukanku hingga bisa kurasakan lembutnya rambut hitam panjangnya dalam belaian tanganku.

“I just safe my self. Avoid from your evilness. Ehehe…” katanya jujur masih dalam pelukanku. Kupikir ia sekarang sudah mulai nyaman jika kupeluk. Hehehe..

“Kau yang evil. Aku angel.”

Ia mendongah, masih dengan sisa senyumnya yang manis itu. “You are my Juliette. Ehehe…”

“Cherry!!!” aku pura-pura memasang tampang marah.

“Hehehe… :P”

“Let me tell you something!”

Secara non verbal, wajahnya menggambarkan apa yang ingin kuberitaukan padanya.

Aku meraih wajahnya, dan seketika itu ia mengerjap. Gotcha! Sekarang Cherry lah yang membeku. “I’m Romeo and you are Juliette.”

“Nggak mau!” ia melepas tanganku sambil memalingkan wajahnya yang kini bersemu merah. Aigooo… Cherry terlihat semakin imut >.< “Aku tidak mau mati tolol seperti Juliette ya!”

“Berarti kau tidak mau mati untukku?”

“YA ENGGAK LAH!” katanya langsung. “For what?! Like a freakin’ jackass. Memangnya kalau cinta itu harus sampai berkorban nyawa??”

Aku speechless. Di satu sisi, ada benarnya kata Cherry. Memangnya kalau cinta harus sampai berkorban nyawa? Tapi kalau ia punya pikiran seperti itu, berarti Cherry tidak sepenuhnya mencintaiku dong???

“Hey! Kok diam?!” tanyanya jutek.

“Just thinking, berarti kau tidak mau berkorban untukku?”

“Geez!” Cherry memutar bola matanya. “Come on, Siwonnie the pooh! Kita tidak perlu mati demi cinta! Kalau kita sama-sama mati, bagaimana kita bisa saling mencintai????”

“Ya kan kita bisa saling mencintai di surga,” kataku.

“Memangnya kau yakin masuk surga?” tembaknya langsung. Keraguannya akan imanku, membuatku sedikit tersinggung. “oh, come on, Siwon Choi! Love is easy. Jangan buat cinta kita mendayu-dayu!!! I’m not a drama queen, notice that!”

Love is easy.. Benar kata Cherry. Aigooo!! Betapa babbonya aku yang bisa berpikir sampai sejauh itu. Pakai acara mati-matian pula. Babbo babbo babbo. Jeongmal babbolya~!

“Cherry…”

Ia mengerjap lagi. Seperti biasa, tak lupa dengan wajah aegyonya yang lucu saat bengong.

“I’m sorry…”

Cherry mengernyitkan dahi. “Sorry for what?”

“I’m sorry because I made it hard. Just like what you’ve said to me, Love must be easy. But I make it hard. My apologize..”

“Cih,” Cherry berdecak, sambil tersenyum (mungkin?). “Santai saja lah, Siwonnie… Seems like, kau sudah berbuat kesalahan yang paling fatal..”

Ya, itulah Cherry. Saat ia galak, ia akan membuatku sangat sungkan terhadapnya. Keseriusannya dalam beberapa hal, membuatnya sangat mature di hadapanku. Thank’s Cherry. Thank’s for teach me how to loving you in a perfect way.

Huft, I wish that she really really knows that…. I love her 🙂

“So…” akhirnya Cherry memecah kesunyian yang sempat terjadi di antara kami. “Kita mau kemana?”

“Entahlah,”

“GUBRAK! Aduuhh… Siwon. Aku mengajakmu keluar untuk jalan-jalan, bukan hanya untuk bercakap-cakap. Aisshhh…”

“Haha. Oke-oke. Kita ke taman sekitar sini saja ya…”

“Boleh :)”

Tak kusangka, sekarang Cherry berani menautkan tangannya padaku. Well, love is not only easy, but it’s sweet :))

-end-

ps: sumpah gaje banget >.<