Simply [Part.1]

Another Cherry-Wonnie’s story…

Anggap saja daily lifeku ini sebagai beauty competition, dimana aku adalah jurinya. Oh, come on. My name is Choi Siwon, dan hidupku selalu dikelilingi wanita. Surga dunia kan?

Bagiku, tidak juga. Kuakui, mereka cantik, mereka seksi, dan hanya butuh satu kali kedipan mata, mereka akan bertekuk lutut padaku. Tapi… Untuk apa aku repot-repot melakukan itu semua. Toh mereka sudah otomatis takluk padaku.

Oh, well, sekarang, tinggalkan cerita kehidupan yang sudah digariskan Tuhan untukku itu. Terserah, kau–para adik kelas, teman-teman, atau Hyung-Hyung alumni yang merasa iri dengan popularitasku. Aku mau berbagi kok. Aku bahkan akan dengan senang hati membantu kalian untuk mendapatkan trio glossy idaman 99,99% namja di sekolahku ini (kecuali aku, tentunya). Selebihnya, hasil akhir di tangan kalian ya. Jangan salahkan aku jika mereka malah berpaling darimu dan lebih memilih untuk mengejarku lagi. hahaha.

Diantar seribu satu gadis di sekolah (lebay deh bahasanya), hanya ada satu gadis yang cukup stand out di mataku. Dia teman sekelasku, Cherry Han namanya. Oke, tampar aku sekarang! Atau kau juga boleh anggap aku gila. Tapi, aku bukanlah orang yang pandai membohongi kata hati. Jadi aku jujur saja pada kalian, I’m interested on her.

Dia tidak cantik, tidak tinggi, tidak berkaki indah, apalagi seksi. Dia sama sekali jauh dari kriteria hot babes yang cocok disandingkan denganku. Dia bahkan tidak punya tas-tas mahal yang bisa dipamerkan tiap minggu–seperti kebanyakan yeoja yang ada.

Tapi Cherry punya apa yang tidak dimiliki yeoja-yeoja itu, otak. Ya. Otak yang cemerlang, yang membuatnya menjadi partner Cho Kyuhyun di setiap kompetisi matematika.

Okay, pals. Aku tidak bilang kalau aku menyukainya, apalagi jatuh cinta padanya lho. Aku hanya kagum dengan sosok serta attitude berkelasnya itu. Cherry itu ibarat air, yang bisa ditempatkan dimana saja. Saat situasi menuntut totalitasnya, ia akan berusaha mati-matian memperoleh nilai terbaik. Tapi, di saat seisi kelas sudah gone crazy dengan ulah si jokerman Shindong, Cherry bahkan bisa gone wild saat menimpali celotehan Shindong hanya dengan sekali ucap. Maksudku, Cherry sering mengatakan hal yang tak terduga-duga. Dan semua itu sukses mengocok perutku.

Jujur saja, aku belum pernah berbicara secara langsung dengannya. Yahh.. Sejauh ini hanya sebatas say hi saat bertemu atau bertatap muka. Sedikit basa-basi lebih tepatnya. Aku belum pernah tau ceritanya secara mendalam karena aku terlalu sibuk dengan duniku sendiri. Dunia dimana tidak ada satupun yang tidak bisa kudapatkan.

Aku menyesal? Ya tentu saja. Aku sudah menyia-nyiakan waktu 6 bulan hanya dengan memandanganya sebelah mata. Maksudku, tidak mencoba untuk lebih pay attention kepadanya selama ini.

To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s