[Siwon’s Girl Version] What’s Michi????

Daebak! Marvelous! Superb!

Why? Because today is MY BIRTHDAY!!!! Yayyyyyy ^^

Tadi pagi, aku langsung terjaga begitu mencium aroma bunga Tulip yang mengusik indera penciumanku. Wanginya sih nggak menusuk, menyegarkan malah. Hanya saja, aku merasa sedikit aneh, bagaimana bisa bunga Tulip nyasar ke kamarku. Saat aku membuka mata, rupanya bunganya tidak hanya ada setangkai, melainkan sebuket. Oh, rupanya buket bunga itu dari Appa. Di sampingnya, terdapat sebuah kartu ucapan

Bonjour, Mademoiselle!!!

Happy Birthday!!! God is gonna be with you, always.

Hey! Appa tau ini sangat romantis. Makanya, jangan melongo saja! Cepat mandi dan berangkat ke sekolah! Appa tidak akan sudi diceramahi Sajangnimmu jika kau telat lagi! πŸ˜›

Your very handsome Daddy,

CH_SW

Hahaha… Appaku itu ada-ada saja. Mentang-mentang dia sedang tidak punya target untuk diberi hal-hal romantis, Appa malah memberiku bunga. See? Now you know ther reason why all those girls scream loud when they hear about a guy named Choi Siwon. Lol.

Tapi… Pagi hari di ulang tahunku ini agak sedikit kurang, karena Appa mengucapkannya secara tidak langsung. Yeahh.. Si Ahjussi super sibuk itu–dengan label ke-artisannya, harus memenuhi pekerjaannya untuk siaran radio pagi. Ahh.. Menyebalkan 😦

Sebalnya lagi, waktu pulang sekolah, Appa juga masih belum ada di rumah. Well, terlalu kekanak-kanakkan sih. Toh biasanya Appa tidak pulang pun tidak jadi masalah bagiku. Tapi mbok yha di hari ulang tahun anaknya ini, ia bersedia sedikit meluangkan waktu untukku. Seharian stay bersamaku, misalnya.

Ahh.. Tapi aku bisa apa? “Profesionalisme,” begitu kata Appa tiap kali aku merajuk, memohon kepadanya untuk sehari saja menghabiskan waktu denganku.

But… Bersedih-sedih, gonduk, atau apalah itu, bukan aku banget. It’s my birthday! Seharusnya aku bisa menikmati hari ulang tahunku ini dengan CARAKU SENDIRI. And what’s that?! Of course, SHOPPING! Yup. Setelah aku mandi nanti, aku akan pergi berbelanja. Masa bodoh jika Appa nanti mengomeliku lagi soal tagihan kartu kredit. Toh saat ini aku bisa membayar semua tagihan itu dengan uangku sendiri. Hehehe..

Saat aku sudah berada di dalam kamarku, aku langsung dibuat kaget dengan semua bingkisan, gitar, serta apalah itu yang menumpuk di atas tempat tidurku.

Dengan rasa penuh penasaran, aku membuka semua bingkisan itu satu-satu. Yang pertama kubuka adalah bingkisan di dalam shopping bag berwarna pink yang aku yakin sekali, itu dari Appa.

dan saat kubuka, ternyata isinya adalah…

Tadaaaa!!!! Sepasang high heels Miu Miu yang sangat-sangat cute. ^^

Bingkisan yang kedua, adalah sebuah 80’s diary, yang lagi-lagi dari Appa.

Kupikir tadinya buku itu adalah Book of Magic Spells-nya Harry Potter. Taunya Diary. Hahaha. Lucu lho. Gambar pada tiap lembar di buku itu berbeda-beda.

Setelah cukup dibuat terpukau oleh hadiah pemberian Appa, sekarang aku dibuat terpukau oleh hadiah dari Ahjussi tetangga sebelah, slash one of my bff yg terkadang jadi musuh bebuyutanku. Yahh.. Siapa lagi kalau bukan Uncle Cho alias Superjunior Cho Kyuhyun. Tau kan???

Uncle Cho memberiku sebuah gitar. Yayyy!! Akhirnya aku punya gitar sendiri ^^ Mana gitarnya unik pula. Hahaha. Kerennya, ia memberiku sebuah notasi lagu berjudul Michelle. How sooooo sweet ^^ Aissshhh…

Tak kusangka, masih ada hadiah tambahan dari Ahjussi super jahil itu. Ia memberiku sebuah parfum. Fuwaaa… Aku semakin sayang pada pamanku itu. Hehehe

Di tengah ke-cengoanku akan hadiah-hadiah itu, tiba-tiba Iphoneku berdering.

“Yeoboseo?”

“Yeoboseo, Michi~a! Sudah menerima hadiahku? Senang?”

“Senang sekali, Uncle Cho. Thank you sooooo much. Aiisssh.. Aku makin mencintaimu,” candaku dan kudengar Uncle Cho berdesis di seberang sana.

“Hei, kau tau tidak?! Aku tidak bilang pada Appamu kalau aku juga memberimu parfum. Jadi, jangan ceritakan tentang parfum pemberianku itu pada Appamu ya. Bilang saja aku hanya memberimu gitar, oke?”

Aku mengernyitkan dahi.”Memangnya kenapa kalau kau memberiku parfum?”

“Nanti Appamu tidak akan berhenti mengkhotbahiku ini-itu soal ia yang mual seketika saat lewat di depan kamarmu karena semua bau parfum yang bercampur menjadi satu…”

“Oh, itu. Hahaha… Iya, iya. Nanti aku tidak akan cerita. Gomawo ya hadiahnya…”

Setelah itu, telepon pun tersambung. Aissshh… Uncle Cho adalah paman terbaiiiikkk se-dunia.

Hari sudah mulai sore. Sebelum berangkat shopping, aku mampir dulu ke ruang makan. Laper banget. Dari tadi siang aku belum makan. Lupa. hehehe.

Waktu mau ke dining room, aku kan lewat ruang tengah, eh, tiba-tiba menemukan ini di atas piano.

Another surprise from daddy’o… hahahaha.

Kagetnya, waktu aku buka buku-buku itu, aku menemukan selembar kertas yg membuatku seperti tersambar petir di sore hari.

A TICKET TO PARIS.

How so amazing!!!! Cepat-cepat aku menelpon Appa, memastikan Appa tidak sedang mengusiliku. Tapi rupanya, itu benar. Maksudnya, tiket itu benar-benar tiket pesawat tujuan Paris.

Intinya, minggu depan aku dan Appa akan Paris. HOREEEEEEE!!!!! ^^

Finally, Dreams come true,

Michi πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s