Sleep Tight, Devil…

Aku sudah hendak memasuki alam mimpi ketika sesuatu yang basah, tipis, namun lembut, menyentuh permukaan epidermis pipiku disertai hembusan angin hangat yang bertiup menenangkan di sampingku.

Aku menggeliat dan membuka mata, “You here, sweety?”

Sweetyku mengangguk, dan dari jarak sedekat ini, aku baru menyadari jika ia semakin hari semakin tampan. “Hmmppphh… I miss your chubby cheeks…” kataku sambil membelai pipinya yang akhir-akhir ini semakin tirus mengingat jadwal pekerjaannya yang tidak rasional itu.

“Then what you gonna do?” tanyanya sambil menyunggingkan senyumannya yang khas dengan hiasan lesung pipit di kedua sisinya. “Menarik-narik pipiku seperti menarik-narik pipi bayi?” kurasa ia masih sebal dengan kebiasaanku yang selalu menoyor-noyor pipinya tiap kali ia berada dekat denganku.

“Mbumm… Mbummm…” aku–lagi-lagi melakukan hal yang ia sebal dariku sambil menirukan muka aegyo terlucu yang kupunya. “Ahh… benar-benar tidak hilang! You still my baby doll!” kataku yang saat ini berada di bawah tubuhnya.

“Me? Your baby doll? Haha, you wish,”

Untuk sesaat kami hanya saling tersenyum, saling memandang, dan berbicara lewat bahasa mata yang tentu saja hanya kami mengerti.

Hanya ada ia dan aku, di private islandku ini. Ya, hanya kami berdua. Saling melepas rindu setelah sebulan ini kami tidak bertemu sama sekali.

Ia, masih sibuk berkeliling dunia dengan Superjuniornya yang mungkin beberapa tahun lagi akan berganti nama menjadi Supersenior karena mereka mulai menua (termasuk Siwon, sih, hehehe)

Dan aku yang bahkan terkadang bisa tidur 3 jam sehari karena harus lembur menyelesaikan 3d ruangan demi ruangan, menge-check cash flow cabang-cabang restauran siap sajiku.

Bertemu dengannya di tengah malam begini adalah suatu hal langka!

“Ngg…Sweety, sebentar deh!” aku mendorong tubuhnya agar menjauh. Ia lalu memberiku ruang dan ia duduk di sampingku. “Kau benar-benar sweetyku kan?”

“Memangnya ada berapa sweetymu di dunia ini?”

“Aduuh… bukannya begitu…” aku lalu melirik pergelangan tangannya, lalu melihat jarum jam lewat Rolex yang semakin terlihat mahal di tangannya itu. “It’s 00.25 am”

“Then?” Aku sedikit menjaga jarak dengannya yang tadi berdekatan denganku. Ia mengernyitkan dahi, lalu tersadar akan sesuatu. “Kau pikir aku hantu, hah?!”

“Mungkin…” jawabku sok serius lalu segera disambut serangan gelitikan di perut olehnya. “Astaga… Kupikir apa sampai kau seserius itu…”

Ia terus, terus, dan terus menggelitiku. “Ahaha… ampun, Andrew-ahjussi… Iya, iya, aku minta maaf…Kyaa…”

“Eh?! Masih memanggilku ahjussi?!” dan ia pun menyerangku lagi. “Kyaaa!!!!”

Meskipun aku sudah hampir kehabisan nafas karena tertawa dan terus tertawa, aku justru bahagia digelitki sampai hampir mati seperti ini. Entah bagaimana dengannya. Hehe, aku tidak pernah berani menduga-duga apa yang ada di pikirannya.

“Hahhh… Sudah-sudah.. Jam berapa sekarang?” ia melirik Rolex emasnya lagi. “It’s time to sleep… Ayo, tidur-tidur..” katanya seperti ibu pembimbing saat mengikuti Summer Camp semasa SMU di Nashville dulu.

Aku pun merebahkan tubuhku di atas bantal bulu angsaku kembali dan ia juga melakukan hal yang sama denganku. “Eh, kenapa ikut-ikutan?”

“Kau tidak mau tidur denganku?”

“Memang siapa yang mengijinkanmu tidur di sini?”

Ia lalu pura-pura bangkit lagi “Oh, gitu ya. Oke, fine! Aku pulang deh…” jahilnya.

Aku lalu menariknya untuk berbaring di sebelahku sambil tertawa. Ada-ada saja… Well, kalau dipikir-pikir, aku dan dia sudah setua ini, masih saja aneh-aneh…

“Jadi aku boleh menginap malam ini, kan?” tanya sweety yang kini sudah berada di bawah selimut bersamaku.

“Secara teknis sih…”

“Ah… Sudahlah.” Ia lalu membenarkan tata letak selimutku dan menyelemuti tubuh kami berdua dengan benar. “Stop doubt me tonight. Kita lanjutkan besok saja,” katanya sambil menyentil bibirku lembut. “Bibir ini… Hanya satu-satunya yang berani mendebatku sepanjang hari.”

“Tapi kau merindukannya, kan?” godaku.

“Mmm… Secara teknis… Chu~” aku menciumnya singkat, lalu memberi ruang untuknya terkejut. “Stop doubt me tonight, kita lanjutkan besok saja!” perintahku mengutip kata-katanya tadi.

Ia tersenyum kepadaku. Sangat manis >.< “Goodnight, C!” lalu mengecup kening, mata, lalu beralih ke bibirku satu per satu. “Sweet dream…”

“Yaa… aku akan sweet dream jika tidak bertemu denganmu di alam mimpi, hehehe…” Ia merengut, menunjukkan wajah marahnya yang sok-sok diseramkan itu. “Sudah, ya, aku tidur dulu. Goodnite!”

“Heuhh.. dasar kembarannya Cho Kyuhyun!” desisnya. “Apa?!” aku tidak jadi memejamkan mata karena tidak terima disama-samakan dengan gamer raja setan itu. Bukannya apa-apa, aku hanya merasa, aku jauh lebih keren dibanding Cho Kyuhyun. 😛

“Aniyoo… Lupakan saja.” Chu~ Ia mencuri ciumanku lagi. “Selamat malam!” dan ia pun mematikan lampu terakhir di kamarku lalu menyusulku ke alam mimpi.

Sweet dream! ^^

Heihooo…. Akhirnya, setelah seharian ini gatel pengen nulis seusatu tapi otak mentok, ga ada inspirasi, eh tiba-tiba dapet ide malem-malem gini. Ya sudah lah. Btw, soal sweety-sweety itu, terserah deh mau kalian anggap siapa. Asal jangan Udin Sedunia, @pocoonggg apalagi Briptu Norman. Woakakaka

Nite, All

C-TWD

Advertisements

5 thoughts on “Sleep Tight, Devil…

  1. annyong…jenny imnida…reader baru.
    I’m siwonest…^^

    hmm…
    Keren crtax…
    Aq suka tu2r bhsax…

    Jen tggu ff slnjtx dh….
    Godblessz!

  2. baca kata-kata ‘sweet dreams’ jadi teringat status Siwon di twitter yang hampir tiap hari bilang, “Goodnight ladies and gentleman. Sweet dreams^^. Captain Choi.”
    Hahah..itu2 aja kalimat yg dipakenya, kurang kreatif *plak*
    Itu ny.choi emang hobi ya cubit2 pipi Siwon? Kan kasihan siwonnya..pipinya..pipinya pasti tepos lama lama *ditendang ny. Choi*

    • Iya tuh, Om Siwon bisanya update begituuuu aja. sekali-kali bilang “Goodnight ladies and gentleman, I’ll be on your dream” kan keren tuh. woakakakaka.
      Wah, wah, nyonya choi? nggak kok, masih ttp ms.Wong. hehehehe ^^
      Yg jadi ny.choi km aja gimana??? hehehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s