Creammy Trouble

“Eh, sejak kapan kau bisa bermain piano?!” tanyaku pada Siwon yang kini sedang memainkan ‘Kiss The Rain’ di atas piano putih yang ada di sudut flat ku itu. Seumur-umur aku menjalin hubungan dengannya, Siwon tidak pernah sekalipun menyentuh piano hadiah sweet seventeen dari Appa itu. Nyentuh tuts pun, paling hanya memainkan secara asal, bahkan tidak membentuk lagu.

“Memangnya hanya Jay Chou hyung–idolamu itu saja yang bisa bermain piano? Aku juga bisa tau!” katanya membanggakan diri.

“Jinjjayo? Kalau begitu, coba mainkan Secret untukku,” tantangku dan aku 100 persen yakin dia tidak akan mampu memainkan lagu itu. Jangankan Siwon, aku saja yang sudah sejak usia 3 tahun les piano saja tidak bisa memainkannya. Lagu itu adalah lagu tersulit setelah Moonlight Sonatanya kakek Beethoven.

“Boleh, tapi berikan es krim mu dulu,” Siwon menujuk pada satu kap es krim yang sedang kumakan saat ini.

“Tidak bisa. Kau harus memainkannya dulu, baru es krim ini milikmu,” kataku. “Cepat mainkan!”

Teng Tong Tong Teng Teng Tong Teng Teng… Baru saja Siwon memainkan dua notes pertama, ia langsung berhenti. “Kok berhenti?!”

“Lupa, hehehe…” begitulah alasannya. “Cish, alibi,” ucapku sambil menggodanya dengan terang-terangan menyendokkan es krim itu ke mulutnya tapi tidak jadi dan melahapnya sendiri.

“Cish, sini, biar aku yang main,” kataku lalu aku duduk di sebelahnya. Siwon menggeser sedikit tempat duduknya, dan memberikanku ruang untuk bermain piano.

Dan aku pun mulai menekan tuts piano putih itu. Tapi sebelumnya, “Jangan coba-coba mencuri es krim ku!” ingatku pada Siwon akan es krim yang ku letakkan di pinggiran piano.

“Astagaaa… kenapa aku bisa punya pacar sepelit ini…” lalu aku menatapnya dengan muka galak melalui ekor mataku. “Iya, iya. Mainkan saja…”

Aku jadi geli sendiri. Ternyata, Siwon itu tipikal lelaki takluk pacara. Hohohoh 😛

Dan aku segera memainkan lagu itu. Sangat mudah di bagian awalnya, tapi aku berkali-kali salah nada saat di bagian reffrainnya. “Cish, tadi gayanya mengejekku. Kau saja tidak bisa memainkannya dengan baik,” celoteh Siwon.

Aku sebal. “Ahh, setidaknya permainanku lebih bagus dari permainanmu. Sudah lah, nasibmu itu hanya jadi tukang pukul saja,”

“Drummer,” ralatnya tak terima. Aku jadi teringat jaman-jaman ia menggantikan drummer T-RAX dan disaat itu, mukanya masih imut sekali >.<

Entah bagaimana caranya, ia lalu menggodaku dengan memainkan jarinya di atas tanganku. Aku tau itu hanyalah taktiknya untuk merebut es krim ku. Tidak akan! Kau tidak akan pernah mendapatkan es krim ini, Choi Siwon!

Makanya, setelah itu aku buru-buru pergi dari piano putih itu. “Waeyo?” tanyanya dengan muka sok polos lalu memutar tubuhnya tanpa meninggalkan pianoku.

“Menyelamatkan dia (es krim, red) dari KaitoWon Kid!”

“Ya ampuuun… Sampai segitunya kau ini…” tanpa permisi, tiba-tiba ia malah menarikku hingga keseimabanganku hilang dan aku pun jatuh di atas pangkuannya dengan sangat dramatis.”Huft, sudah pelit, makan belepotan lagi…” dengan sangat telaten Siwon menghapus noda es krim vanilla yang bertebaran di sekitar mulutku dengan ibu jarinya. “Kau tau, kau itu mengingatkanku pada Jiwon sewaktu ia masih pipis di celana”

Sialan! Aku disama-samakan dengan anak balita -.-

“Tapi untungnya, dia adalah tipikal adik yang mau berbagi dengan kakaknya,” sindirnya yang jelas-jelas itu ditujukan padaku. Sial Sial Sial!

“Jadi kau menyindiriku?”tanyaku dan Siwon menjawab “Secara teknis sih, iya”

“Uuhhh.. Menyebalkan!” kataku lalu serta-merta menarik hidung bangirnya. “Aww…”

Lalu kami tertawa bersama-sama. Seru juga ya, jika kami punya waktu luang seperti ini.

“Ngomong-ngomong, kau pernah coba es krim yang lebih manis dari rasa vanilla lebih segar dari rasa strawberry, dan lebih asam dari rasa blueberry tidak?” tanyanya tiba-tiba, masih memangkuku. Aku menggeleng. “Memangnya ada?”

“Ada,” jawabnya lalu detik itu juga ia menyapukan bibirnya pada bibirku. Oh, aku tau maksudnya. Dasar raja gombal! “Mau coba?” godanya nakal.

“Boleh,” sekarang kuraih wajahnya lalu menciumnya lebih dulu. Singkat saja, tidak perlu lama-lama. “Tapi gratis, ya..”

“Cih, enak saja,” ucapnya lalu tanpa kusadari ia sudah mendapatkan es krim ku! “Memangnya di dunia ini ada yang gratis hah?” katanya lagi lalu menyendokkan es krim ku ke mulutnya dengan muka bangga.

Aku mencoba merebut es krim ku kembali, tapi Siwon selalu bisa menghindariku. “UHHH….. DASAR CHOI SIWON MENYEBALKAN!”

Advertisements

6 thoughts on “Creammy Trouble

  1. bagusss ceritanya XD
    aju jarang suka ff siwon tp kali ini aku kok suka deh? hahahaha
    efek gambar juga nih keren..
    this is Yoshin, by the way.
    please visit and comment WP aku yaa 🙂
    specialshin.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s