In The Name of Mary Jane [Pt.3]


Welcome home, hunny….!!!” Seon Hee langsung menyambut Siwon dengan gembira begitu pintu apartemen itu terbuka dan lelaki tampan itu masuk ke dalamnya dengan membawa 2 luggage besar-besar. Seon Hee langsung menghambur ke arahnya, lalu memeluk Siwon dengan manja. “Kenapa tidak langsung pulang ke sini? I miss you so bad, don’t u know that?”

 

“Anii… Aku harus menemui Umma dulu,” jawab Siwon sambil melepaskan pelukan kekasihnya itu. Bohong. Padahal, setelah malam itu Superjunior mendarat di Incheon, Siwon langsung menyelinap ke apartemen Ae Ra dan menginap di sana untuk beberapa hari.

 

Sementara Seon Hee hanya ber-uh-oh saja. “Aku sudah menyiapkan air hangat, kau mandilah.”

 

“Ne,” dan Siwon pun segera ke kamar mandi.

 

Sementara Siwon mandi, tiba-tiba, Iphone yang ia letakkan di meja kamar berbunyi. Karena terus menerus berdering, akhirnya Seon Hee mengangkat telepon masuk itu.

 

Tanpa Yeoboseo, tanpa Hallo, orang di seberang sana langsung membuka mulutnya. “Siwon, oppa, sedang apa? Nanti kita bertemu ya….”

 

“…………………………”

 

“Oppa?!”

 

TUUTTTTTT….

 

Dengan ekspresi yang tidak bisa terbaca, Seon Hee mematikan telepon itu. Kim Ae Ra, ya, penelpon tadi adalah Kim Ae Ra, affair Siwon.

 

Uh, well, Kim Ae Ra, you got a problem!

 

“Seon Hee?!” Siwon yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk itu kaget setengah mati ketika melihat kekasihnya berdiri di dekat jendela dengan rambut terurai bagaikan sadako. “Im Seon Hee, gwanchaenna?”

 

“Aniyoo…” ekspresinya seolah menggambarkan tidak terjadi apa-apa. “Tadi aku lupa sesuatu,” elak Seon Hee.

 

Siwon yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh kekasihnya itu. Terlebih, Iphone putihnya itu sekarang berada di tangan Seon Hee. Oh, jangan-jangan…

 

“Kenapa handphoneku ada di tanganmu?”

“Aniii… Tadi aku mau membersihkan meja, dan Iphonemu nyaris jatuh. Kau itu, lain kali, jangan meletakkan handphone sembarangan, mengerikan tau!”

 

Jangan letakkan handphone sembarangan, atau kekasihmu akan tau perempuan mana yang baru saja menghubungimu….

 

Dan kali ini, gantian Siwon yang ber-uh-oh saja, toh semuanya terlihat baik-baik saja di muka Seon Hee.

 

“Umm… Siwonnie… Nanti malam, kau ikut aku ke launching galleryku, ya…” pinta Seon Hee. “Please.”

 

Uh, well, tanpa puppyeyesnya yang menghanyutkan itu, Siwon juga tidak akan mampu menolak. She’s the queen, rite?

 

_______________________In The Name of Mary Jane_________________

 

Malamnya, di acara launching gerai sepatunya Seon Hee…

 

“Yeoboseo?” Siwon mengangkat telepon yang membunyikan Iphonenya.

 

Suara Ae Ra terdengar sedih dan kecewa di seberang sana.“Oppa kenapa tidak datang? Oppa marah denganku, ya?”

 

“Aniyo… Siapa yang marah? Mwo, bertemu denganmu? Kapan kau memberitauku?”

 

Oh, sepertinya terjadi mis-communication di sini. Dan tentu saja Siwon tau siapa aktor utamanya….

 

Perempuan iblis dengan balutan gaun mahal Christian Dior yang tengah menyebarkan tanda tangannya pada paparazzi di sebelah sana. Perempuan yang sebenarnya tengah tersenyum penuh kemenangan pada Siwon.

_____________________In The Name of Mary Jane___________________

TBC…

 

So, this is my last post before I start my hiatus. Gotta go now. Textbook and those freakin modules are waiting -.-”
Wismilak, Pals. Have a good day!!! 🙂

XOXO,

Cella TWD ^^

Advertisements

Hiatus *sigh*

Sebenernya, berat banget nyampein ini *ambil tissue* It seems like I have to stop ‘breathing’ for a while *sigh*

Together with T.O.P and friends, I’m gonna hiatus. Bedanya, Bigbang bakalan comeback tahun depan, kalo saya, udah banting laptop tahun depan gara-gara frustasi nggak tahan buat nulis.

I was born with my fingers love pumping on the keyboard, and wild imagination that can’t be stopped. You know I love daydreaming… 🙂

Ok, back to my hiatus plan!

Actually, those damn mid-semester exams are the reason why I’m gonna do it. Checking on my brain capacity (and my cheat ability 😛 #skipthis), I really need extra preparation to set this exam’s strategy, then, successfully pass it.

Based on my hiatus plan, kayaknya aku nggak bisa nge-post ‘In The Name of Mary Jane’ beberapa minggu ini. Mau cari wangsit dulu biar jadi ‘sesuatu’. Alhamdulillah ya!

Wish me luck, Pals. Really really wish your prayer.

Comeback soon!

Cella TWD ^^V

That’s Only a Choice, NO BOTH

 

I’m confuse.

 

Nggak kerasa udah kelas XI, taon depan udah kelas XII, trus kuliah.

Ngomong2 soal kuliah, kemaren abis aja ngeliat expo yg diadain sekolah. Univnya sih keren-keren, tapi bikin pusing. Selain karena stand Univnya yg emang banyaknya sampe bikin mata jereng, Tuition Fees fakultas2nya lah yang bikin shock.

Itungannya pake dollar, sampe-sampe, itungan di kalkulatorku jadi exponent. Simplenya, NGGAK ADA KULIAH YANG NGGAK MAHAL.

Faktor lain yang bikin vertigoku kambuh begitu mikirin soal kuliah, yaitu AKU MUSTI MILIH YANG MANA?

First choice, dari kelas sepuluh aku pengen banget jadi interior desainer dan aku mutusin bakal masuk Ciputra. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, aku mikir-mikir, Ciputra ada scholarship-nya nggak ya? Kos2an deket nggak ya?

Terus kemarin waktu kemarin aku nanya2 di expo, ternyata buat masuk Ciputra bisa lewat jalur prestasi sama yang panggilan. Trus waktu liat daftar Tuition Feesnya, nggak semahal yang aku kira.

Well, boleh lah. Aku pikir, boleh lah buat direkomendasiin ke ortu.

Lama-lama, aku juga mikir, kalo udah lulus S1 Interior Architecture, nyari kerja gampang nggak ya?

Jujur, aku nyari universitas yang bisa menjamin lebih dari 99% aku bisa langsung kerja begitu selesai KKN.

And then, hari kedua aku liat-liat expo lagi dan aku terdampar di stand SHML (Swiss College of Hospitality Management). Udah jelas di awalan Univnya punya Swiss, pasti ujung2nya sekolah di luar negeri. Sempet langsung down waktu dapet fakta kayak gitu, tapi koko2–mirip–sm*sh yang dengan baeknya ngejelasin dari A sampe Z itu bilang, kalo tahun ini SMHL bakal ngadain program Short-Study.

Jadi ceritanya, SMHL kerja sama dengan Swissbell hotel di Indo. Sistem pembelajarannya 2 tahun dan begitu lulus dijamin 100% udah pasti direkrut kerja, soalnya, dari awal pembelajaran udah praktek di hotel yg kerja sama ini sekolah.

2 tahun, tahun pertama di Indo, tahun ke-2 di Swiss. Aku pikir sih nggak masalah, soalnya waktu aku tanya lagi, biayanya sama sekali nggak bikin nyekik. Bukan maksud nyombong, tapi dibanding masuk UPH, biaya SMHL jauh lebih murah. Dengan jumlah segitu, udah termasuk tinggal, makan, dan tete-bengek selama di Swiss. Dan setelah kelas XI ini kelar, aku udah bisa daftarin diri ke Univ itu. Jadi, kalo dipikir-pikir, pas nanti temen-temen seumuranku masih pada mikir mau masuk Univ mana, aku udah lulus dengan gelar Diploma bahkan udah kerja.

Nice, huh? Aku juga udah manteb banget masuk ke sini. Apalagi persyaratannya cuma IELTS minimal 3.5. Nggak susah kan?

Permasalahannya, IELTS emang nggak tinggi-tinggi amat. Tapi di Swiss itu, kita tau, mother tounge mereka bukan Inggris.

Kedua, waktu aku nge-rekomendasiin Univ ini ke ortu, ortu lagi-lagi nunjukkin kalo mereka nggak rela aku sekolah di luar negeri.

Walhasil, mereka malah nge-rekomendasiin aku buat masuk IHS di Solo. Sama2 sekolah perhotelan dan juga luar negeri punya. Lulus sekolah juga udah kerja. Sekolahnya emang agak lebih lama, 3-4 tahun, dan baru bisa masuk setelah lulus kelas XII. Bagi aku sih, masuk setelah kelas XI maupun XII sih nggak masalah. At least abis gitu udah bisa dapet kerja dengan gaji yang besar. Biayanya juga lebih murah dibanding SMHL.

Aku juga udah mikirin Univ ini, dan masuk ke list pilihan Univ aku.

Tapi sampe detik ini, aku bener-bener masih bingung, masuk Ciputra, SMHL, atau IHS?

Ketiga-tiganya sama2 bagus dan sama2 menjamin kerja.

Galau.

Wkwkwkwkwkwk

Ya udah deh, mendingang kelas XI ini aku do the best biar dapet beasiswa. Buat nilai rapot sebaik-baiknya, bahkan kalo perlu 100 semua *am I that really genius?* wkwkwk

I must to STUDY HARD!!!

Kalian juga pada belajar yang giat ya temen-temen. Punya nilai bagus itu enak, mau masuk ke mana aja gampang. Jiayo, Pals! Semangat! Semangat!

Tuh, liat. Siwon juga belajar. Udah, anggep aja kalian belajarnya ditemenin Siwon. hahahaha

Ganbatte, Pals!

XOXO,

C

In The Name of Mary Jane [Pt.2]

-Siwon’s side-

 

“Aku tidak mau tau! Pokoknya, kau harus menemuiku SEKARANG JUGA!”

Dasar gila! Apa yang ada di otak perempuan itu?! Saat ini, Rolex di tanganku menunjukkan pukul enam sore dan itu artinya, satu jam lagi, pesawatku yang akan ke Paris akan lepas landas!

“Mian, aku tidak bisa. Pesawatku akan berangkat jam—“

TUTTT….

Damn! Seon Hee memutus telepon seenak jidatnya. Uh, well, aku tidak punya pilihan lain. Lebih baik aku kembali dengan bombardir omelan dari Leetuk dan manager-hyung daripada Seon Hee membuat kekacauan di Paris. Come on, kau tau kan, Seon Hee bisa saja menaruh bom di menara Eiffel jika keinginannya tidak terpenuhi. She’s a woman version of Lucifer!

_______________________In The Name of Mary Jane__________________

I do, or I die.

“Yaaay! You comiiinggg!!!!” Seon Hee bersorak seperti anak kecil yang baru saja dihadiahi satu set rumah Barbie oleh ayahnya. “Meskipun kau telat lima menit, aku senang, Choi Siwon!”

“Ha-hah…” aku berusaha bersikap seformal mungkin, meskipun demi kemampuan beraktingku yang patut diacungi jempol, aku benar-benar muak! “Tadi kau bilang ada sesuatu yang penting yang ingin kau bicarakan, what’s it?”

“Tidak ada,” jawabnya lalu tiba-tiba memelukku dengan sangat manja. “I just want to see you before you go,”

Uuuhhh… Ingin rasanya kudorong tubuh skinnynya ini ke jalan raya yang berada sepuluh lantai dari tempatku berada saat ini andai menghilangkan nyawa seseorang itu bukan termasuk dosa.

“Oh, well, lovely Seon Hee, aku janji akan membawakanmu fall editionnya LV bahkan sepuluh pasang sepatu Jimmy Choo sekaligus, but, I have to go, now,” ucapku dengan berusaha melepaskan pelukannya. Aku merasa sangat ngeri ketika melihat jarum di arlojiku sudah menunjukk pukul setengah tujuh.

 

Oh, andai Incheon tidak jauh dari Skyline…

“No! I don’t want em’!” phew, akhirnya ia melepaskan pelukannya juga. “I want you!”

Yea yea, whatev. Bahkan jika kau menginkan lesung pipitku sekalipun, terserah. Yang penting, sekarang ijinkan aku enyah dari sini! “Err… I really to go now…”

Sure.” Seon Hee mengijinkanku sambil tersenyum dengan mata yang (aku yakin itu benar-benar fake) menunjukkan seolah aku boleh melakukan apa saja saat ini—termasuk enyah dari hadapannya.

“Have a safe flight, hunny…” ucapnya lalu menyapukan sebuah ciuman mesra di bibirku. Dan ia membelai pipiku sambil menatapku dengan mata abu-abunya. “Impatient to see you soon…”

“Ha-ha… Yea, yea… Me too,” dan aku pun membalasnya dengan kecupan yang sama di bibir lentiknya, meskipun… lebih baik aku mencium bibir glossy Kim Ae Ra daripada mencium bibir kekasihku sendiri.

Ngomong-ngomong soal lawan mainku di drama terbaruku itu, apa kabarnya anak itu? Sudah seminggu ia tidak mengirimiku sms…

________________________In The Name of Mary Jane_________________

TBC and don’t bash that new girl–Kim Ae Ra

The Way I Loved You

Haha, I can honestly say, I dunno this is drable or angst. Well, at least I know this is not a fanfiction. hahaha.

~The Way I loved You~

ps: Original Song by Taylor Swift

He is sensible and so incredible

And all my friends are so jealous

.

He says everything I need to hear and It’s like

I couldn’t ask for anything better

He opens up my door and I get into his car

And he says “you look so beautiful tonight”

And I perfectly fine

He respects my space and never makes me wait

and he calls exactly when he says he will

He’s close to my mother

Talks business with my father

He’s charming and endearing

and I’m comfortable

.

But I miss screaming and fighting and kissing in the rain

It’s two am and I’m cursing your name

You’re so in love that you act insane

.

>.<and that’s the way I loved you>.<

Sebenernya, postingan ini pengen aku dedikasikan *duileh, bahasanya* buat kokoku tercinta, koko Jay Chou >.< *ciuuuuuuumm*

Tapi, berhubung picu-picu yg cocok dan adanya juga cuma Siwon, jadi… ya sudahlah, postingan ini special aku kasih ke istri-istrinya om Siwon. Like this yaaa…

XOXOXOXO,

C-TWD