In The Name of Mary Jane [Pt.1]

Miu Miu is the name of a high-heels brand, not a brand of kitten’s—icon—beverage with lychee flavour!

Dan ia pun terjaga dari mimpi indahnya…

Bukan karena alarm ataupun sinar matahari yang menyusup lewat celah-celah jendela, apalagi karena kecupan manis pada bibirnya dari Seon Hee kekasihnya.

Tapi karena bunyi bel yang dibunyikan seperti orang kesetanan.

TING TONG

“SEON HEE!!!” teriak lelaki itu sambil menggeliat dari balik selimut. Rasanya masih enggan untuk meninggalkan private islandnya sepagi ini. Guess, he needs some extra times for his five hours nightdream.

TING TONG

“SEON HEE!!! Panggilnya lagi namun tetap tidak ada derap langkah yang terburu-buru menuju pintu dari pemilik nama Seon Hee tersebut. Padahal, jelas-jelas perempuan bernama lengkap Im Seon Hee itu sudah bangun sejak tadi dan lelaki itu yakin, saat ini Im Seon Hee tengah menikmati sarapan paginya di ruang makan.

Gosh! Lelaki itu lupa kalau sambilan sarapan pagi kekasih enam bulannya itu adalah musik. Geez! Perempuan itu pasti sedang makan sambil mendengarkan lagu-lagu Avril kesayangannya lewat Ipod dengan volume yang bisa memecah gendang telinga dalam sekejap.

Dengan malas-malasan, akhirnya lelaki itu pun bangun, menyibakkan selimut lembut yang membungkus tubuh half-nakednya, turun dari tempat tidur dan berjalan meninggalkan private islandnya lalu membukakan pintu bagi si penekan bel brengsek itu tanpa mengecek lewat interphone terlebih dahulu.

“Selamat pagi! Saya dari JS-Express mau mengirim barang untuk Ms. Seon Hee Im,” petugas itu berkicau pada lelaki itu begitu ia membukakan pintu. “Bisa tolong tanda tangan di sini?”

Sambil menguap berulang kali, lelaki itu pun menandatangani kertas apalah itu. “Terima kasih…” petugas itu membungkuk, lalu menyerahkan paket untuk Im Seon Hee kepadanya. “Otokhae!”

Ia pikir paketnya hanya ada satu, ternyata 3 dus sekaligus. Kecil sih, tapi dia menerima dus itu bertumpuk-tumpuk.

Dengan mata yang masih 5 watt, ia meletakkan tumpukkan paket itu sebentar di ruang tamu. Ia yakin, isinya pasti sepatu.

Astaga… Seon Hee bahkan sudah membeli 5 pasang sepatu minggu ini dan itu artinya paket ini adalah sepatu ke enam, ke tujuh, dan ke delapan. Damn!

 

___________________In The Name of Mary Jane__________________

“Seon Hee!” ia meletakkan 3 tumpuk paket itu langsung di hadapan Seon Hee yang sedang melahap spaghettinya sambil mengangguk-angguk menikmati hentakan lagu Avril—mungkin lewat Ipod.

“Im Seon Hee!” panggilnya lagi, dan ia masih berusaha meredam amarahnya karena kekasihnya itu tidak merespon panggilannya sejak tadi. “IM SEON HEE!”

Uh, well. Ususnya sedang tidak sepanjang sungai Han pagi ini.

“IM SEON HEE!” Lelaki itu pun melepas earphone yang menyumbat telinga kekasihnya dengan kasar. “Astaga, kau ini kasar sekali, Siwonnie…” gerutu perempuan yang masih mengenakan baby doll Hello Kitty itu. “Eh?! Paketku sudah datang!!!”

Seketika itu juga Seon Hee langsung membuka tumpukan paket yang tadi di letakkan oleh Siwon dengan antusias. Dan benar kan, isinya sepatu.

“Siwonnie… Bagus tidak?” ucapnya sambil menari berputar-putar seperti Cinderella yang baru saja memakai sepatu kaca di hadapan namja yang sampai detik ini belum meng-cover abs seksinya. “Aku mendesain ini sendiri lho…”

Siwon muak melihat itu semua, toh kekasihnya itu juga pantas memakai sepatu apa saja. Bahkan sepatu Aladdin pun, Siwon yakin itu sangat match di kakinya.

“Atau yang ini?” pamernya lagi. Entah bagaimana caranya, sepatu mary jane yang tadi itu, sudah berganti rupa dengan high heels setinggi 10 senti dalam sekejap. “Yang ini aku juga pesan lewat internet dan aku mendesain ini sendiri. Kau suka?”

“Aku lebih suka kau berhenti membeli sepatu-sepatu itu!” jawab Siwon ketus dan ia rasa, ini diplomatis menurut asumsinya.

“Cih, kau ini…” kekasihnya merengut, lalu memlih untuk memberesi sepatu-sepatu barunya yang pasti akan dimasukkan ke lemari Siwon lagi karena lemarinya sudah sesak dengan sepatu-sepatu koleksinya. “Lagipula aku juga membeli ini dengan uangku sendiri, bukan uangmu, apa itu salah?”

“Uangmu sih uangmu, tapi kau kan bisa membeli barang yang jauh lebih berguna daripada mary jane-maryjane—yang bahkan hanya kau pakai selama satu jam itu!”

Bukannya mendengarkan apa yang Siwon katakan, Seon Hee malah kembali melanjutkan sarapan paginya sambil memutar lagu Avril lewat Itunes lagi.

Demi Tuhan, jangan pernah mengajak seorang Im Seon Hee untuk berdebat atau kau hanya akan makan hati…

“Mau sampai kapan kau berdiri di situ? Cepat makan sarapanmu!”

Sarapan. Hufft… Lebih baik Siwon sarapan dengan daging sapi semu seperti Plankton, daripada terus-terusan makan sarapan buatan kekasihnya itu. For heaven’s sake, Seon Hee selalu memasak spaghetti. Kalau tidak spaghetti, paling ya Fetuccini. Apapun itu, keahlian mantan icon Elle Korea itu hanya memasak pasta. Itu saja hanya dengan saus bolognaise yang dagingnya kalau tidak ayam, pasti sapi.

“Hell…Apakah kau tidak bisa memasak makanan lain selain pasta?” desis Siwon. “Mwo?!” ia mendongak dari sarapannya yang khusyuk.

“Lupakan saja,” kata Siwon dan dengan sangat sangat terpaksa, ia makan spaghetti buatan perempuan berambut coklat mahogani itu.

Meskipun Seon Hee payah sekali dalam memasak, setidaknya ia tidak begitu bodoh dalam meracik kopi. Yeah, untuk ini Seon Hee memang jagonya! Dan karena keahliannya meracik kopila inilah, maka Siwon jatuh cinta padanya. Siwon tidak perlu jauh-jauh pergi ke Starbucks untuk meminum kopi rasa apapun jika ada Seon Hee. Ia bahkan bisa membuat blueberry cappuccino dengan rasa yang jauh lebih enak daripada milik Starbucks.

BURRSSSSTTTT!!!! Siwon menyemburkan kopi buatan kekasihnya begitu meneguknya sekali. “What the hell! Kopi macam apa ini?! Pahit sekali… >.<”

Ternyata Seon Hee mendengarnya. “Oh, itu hanya black coffee…” ia menanggapi Siwon tanpa melepas earphone di telinganya. “Kau kan ada pemotretan pagi ini, jadi kau tidak boleh terlihat ngantuk…”

Well, kau memang jahil. Tapi itu sangat menyebalkan!

________________In The Name of Mary Jane_____________________

Advertisements

2 thoughts on “In The Name of Mary Jane [Pt.1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s