In The Name of Mary Jane [Pt.2]

-Siwon’s side-

 

“Aku tidak mau tau! Pokoknya, kau harus menemuiku SEKARANG JUGA!”

Dasar gila! Apa yang ada di otak perempuan itu?! Saat ini, Rolex di tanganku menunjukkan pukul enam sore dan itu artinya, satu jam lagi, pesawatku yang akan ke Paris akan lepas landas!

“Mian, aku tidak bisa. Pesawatku akan berangkat jam—“

TUTTT….

Damn! Seon Hee memutus telepon seenak jidatnya. Uh, well, aku tidak punya pilihan lain. Lebih baik aku kembali dengan bombardir omelan dari Leetuk dan manager-hyung daripada Seon Hee membuat kekacauan di Paris. Come on, kau tau kan, Seon Hee bisa saja menaruh bom di menara Eiffel jika keinginannya tidak terpenuhi. She’s a woman version of Lucifer!

_______________________In The Name of Mary Jane__________________

I do, or I die.

“Yaaay! You comiiinggg!!!!” Seon Hee bersorak seperti anak kecil yang baru saja dihadiahi satu set rumah Barbie oleh ayahnya. “Meskipun kau telat lima menit, aku senang, Choi Siwon!”

“Ha-hah…” aku berusaha bersikap seformal mungkin, meskipun demi kemampuan beraktingku yang patut diacungi jempol, aku benar-benar muak! “Tadi kau bilang ada sesuatu yang penting yang ingin kau bicarakan, what’s it?”

“Tidak ada,” jawabnya lalu tiba-tiba memelukku dengan sangat manja. “I just want to see you before you go,”

Uuuhhh… Ingin rasanya kudorong tubuh skinnynya ini ke jalan raya yang berada sepuluh lantai dari tempatku berada saat ini andai menghilangkan nyawa seseorang itu bukan termasuk dosa.

“Oh, well, lovely Seon Hee, aku janji akan membawakanmu fall editionnya LV bahkan sepuluh pasang sepatu Jimmy Choo sekaligus, but, I have to go, now,” ucapku dengan berusaha melepaskan pelukannya. Aku merasa sangat ngeri ketika melihat jarum di arlojiku sudah menunjukk pukul setengah tujuh.

 

Oh, andai Incheon tidak jauh dari Skyline…

“No! I don’t want em’!” phew, akhirnya ia melepaskan pelukannya juga. “I want you!”

Yea yea, whatev. Bahkan jika kau menginkan lesung pipitku sekalipun, terserah. Yang penting, sekarang ijinkan aku enyah dari sini! “Err… I really to go now…”

Sure.” Seon Hee mengijinkanku sambil tersenyum dengan mata yang (aku yakin itu benar-benar fake) menunjukkan seolah aku boleh melakukan apa saja saat ini—termasuk enyah dari hadapannya.

“Have a safe flight, hunny…” ucapnya lalu menyapukan sebuah ciuman mesra di bibirku. Dan ia membelai pipiku sambil menatapku dengan mata abu-abunya. “Impatient to see you soon…”

“Ha-ha… Yea, yea… Me too,” dan aku pun membalasnya dengan kecupan yang sama di bibir lentiknya, meskipun… lebih baik aku mencium bibir glossy Kim Ae Ra daripada mencium bibir kekasihku sendiri.

Ngomong-ngomong soal lawan mainku di drama terbaruku itu, apa kabarnya anak itu? Sudah seminggu ia tidak mengirimiku sms…

________________________In The Name of Mary Jane_________________

TBC and don’t bash that new girl–Kim Ae Ra

Advertisements

6 thoughts on “In The Name of Mary Jane [Pt.2]

    • Hahaha… Iya, Incehon tuh jaaaaaauuuuuuuuuuuh banget dari Skyline *sotoy lu cel! kayak pernah ke Seoul aja!* haha 😛
      Kim Ae Ra? Euhhhmmm siapa yaaa??? Siapa hayooooo???? 😀
      Yang jelas tetangga sebelah rumah namanya Mbak Sutiyem *lho?!* #nggaknyambung #skipthis
      wkwkwkwkwk
      Nggak. Ae Ra itu mainan barunya Siwon *wadehel* -.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s