In The Name of Mary Jane [Pt.5]

-Siwon’s Side-

 Aku serasa diserang kutukan Avada Kedavranya Lord Voldemort saat mengetahui bintang tamu hari ini tidak hanya aku dan Ae Ra, melainkan ada Seon Hee.

Untungnya aku tidak bertemu lucifer itu di backstage maupun ruang make up karena saat aku datang bersama Ae Ra, ia sudah berada di studio karena ia yang diwawancarai terlebih dahulu.

Lalu tibalah saatnya aku dan Ae Ra muncul sebagai couple of the month. Sesuai script, aku dan Ae Ra akan bertemu di pintu masuk backstage karena ruang make-up guest star memang dibedakan antara pria dan wanita.

Saat aku keluar, aku tidak melihat adanya Ae Ra di sisi yang lain. Karena talk show ini disiarkan secara live (dan tidak mungkin di-cut), aku tetap harus berjalan ke panggung utama sementara para crew sibuk mencari Ae Ra.

Dan baru saat jeda iklan, aku diberi tau jika Ae Ra mengalami insiden kecil pada saat make up. Seseorang telah memasukkan sesuatu pada loosing powder Ae Ra sehingga di mukanya timbul bercak-bercak merah seperti alergi.

Dan aku yakin orang brengsek yang memasukkan sesuatu di bedak Ae Ra adalah Seon Hee. Who else? Lucifer Seon Hee punya seribu satu cara untuk memuaskan nalurinya, kan?

Aku muak melihat Seon Hee yang tetap memasang wajah tanpa dosa pada saat interview. Yeah, interview tetap berjalan meski tanpa Ae Ra. Dan aku serasa ingin benar-benar menelannya hidup-hidup ketika ia mengungkapkan perasaan prihatinnya atas insiden yang terjadi pada Ae Ra.

___________________In The Name of Mary Jane____________________

“Apa yang kau masukkan pada bedak Ae Ra?” tanyaku sarkatis begitu aku dan Seon Hee sudah sama-sama berada di apartemen. Seon Hee sampai di rumah terlebih dahulu sementara aku harus menjenguk Ae Ra yang tadi langsung dilarikan ke rumah sakit setelah insiden di ruang make up itu.

Seon Hee yang tengah mengoleskan krim malam pada wajahnya itu malah bertanya balik kepadaku. “Apa?”

“Jangan pura-pura tidak tau!”

“Aku memang tidak tau, kok,” ia membela diri. Ia lalu berdiri dan berjalan melewatiku untuk membuang kapas-kapas bekas untuk membersihkan wajahnya. Gaun tidur D&G berwarna pastelnya berayun-ayun lembut seiring gerakan tubuh semampainya, membuatku bisa melihat lekuk tubuhnya yang selalu sama dari dulu sampai sekarang. Selalu sempurna.  “Lagipula, mungkin Kim Ae Ra memang tidak pantas memakai alat make up yang terlalu berkelas, jadi wajarlah jika kulitnya tidak bisa menerima…”

“Kau ketelaluan!”

“Am I?” sekarang wajahnya berjarak tidak lebih dari sejengkal dari wajahku. Membuat aku bisa melihat mata abu-abunya yang tajam sekaligus menusuk. “Lalu bagaimana denganmu?”

“Kau bahkan tidak pernah membelikanku flip flop meskipun aku sedang berulang tahun sekalipun,” Seon Hee lalu naik ke tempat tidur king size milik kami berdua. “Sudahlah, aku mau tidur,” ucapnya lalu menarik selimut dan menutupi tubuh indahnya.

Ugh, aku benar-benar ingin membuatnya tertidur selamanya!!!

_________________________In The Name of Mary Jane_______________

Author’s Side

Dan lagi-lagi Siwon terjaga dari mimpi indahnya bersama Ae Ra…

 

Bukan karena cahaya matahari yang menyusup dari celah-celah jendela, bukan juga karena bunyi alarm, melainkan sebuah sentuhan lembut yang basah pada bibirnya.

 

Seon Hee

 

Bibir itu milik Seon Hee, bukan milik Ae Ra yang tadi ia rasakan dalam mimpi.

 

“Goodmorning,” sapa Seon Hee dengan senyumnya yang menawan dan bersemangat namun diliputi aura Lord Voldemort begitu Siwon membuka matanya. Tanpa seijin Siwon, Seon Hee kembali meletakkan bibirnya pada bibir Siwon, namun Siwon memalingkan wajahnya, berusaha menghindari ciuman malaikat pencabut nyawa itu.

 

“Wae, Siwonnie?” tangan lembut milik Seon Hee lalu menulusuri garis wajah Siwon lalu jari telunjuknya yang lentik berhenti di bibir Siwon. “Kau selalu menyukai ini kan?”

 

Belum saja Siwon melontarkan “Yeah, I like it, IN THE PAST”, bel rumah berbunyi tiba-tiba sehingga membuat Seon Hee mau tidak mau beranjak dari tubuh Siwon dan meninggalkan lelaki tampan itu sendirian di private islandnya.

 

“Stop!” perintah Siwon saat Seon Hee baru saja menge-check siapa yang ada di depan pintu melalui interphone dan hendak membukakan pintu. “Jangan dibuka!”

 

Seon Hee tidak memedulikan Siwon dan segera mengambil kunci apartemen itu di table desk.

 

“Satu langkah kau beranjak dari tempatmu, kita putus!”

 

Dan memang pada dasarnya Seon Hee tidak pernah takut akan apapun (kecuali sebuah tragedi yang merenggut mary jane-mary jane koleksinya itu), Seon Hee tetap membukakan pintu dan menerima sebuah dus berlabelkan Laudi Vidni di atasnya.

 

Kembali setelah mengunci pintu apartemen kekasihnya, Seon Hee hanya menatap Siwon dengan wajah like you gonna do it to me.

 

________________________In The Name of Mary Jane_______________

Advertisements

6 thoughts on “In The Name of Mary Jane [Pt.5]

  1. Bingung deh. Itu siwon sama seon hee masih pacaran ato udh nikah?
    Well, ceritanya masih fresh-fresh aja. Sesuai dengan gaya tulisanmu. Tapi udh mulai muncul konflik.
    Siwon gk suka lg sama seon hee? Terserah deh, aku ikutin aja jalan cerita ini 🙂 Tp aku lebih berpihak sama seon hee skrg ini. Ga tau kenapa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s