Indigo

“Hehehe… Ne…”

 

Aneh. Tidak seperti biasa yang dirasakan Siwon ketika ia melihat senyum tulus nan ceria yang terlukis di wajah kekasihnya. Ia tau Sae Ra sedang tersenyum—bahkan cenderug tertawa bahagia, tapi bukan dengan dirinya.

 

Ia celingukan. Rasanya di belakang tubuh besarnya hanya ada tembok beton yang menjadi penopang utama coffeeshop ini. Lalu Sae Ra tertawa pada siapa?

 

Siwon bergidik ngeri.

 

“Sae Ra-ya…”

 

“Ya?”

 

“Kau tertawa dengan siapa sih?”

 

“Dengan temanmu.”

 

“Temanku?!” seru Siwon tak percaya. Nafasnya tercekat, tengkuknya merinding seketika. Oh, jangan bilang Sae Ra sedang bercanda seperti biasanya, karena ini sungguh tidak lucu! “Te, temanku? Siapa?”

 

“Teman wanitamu,”

 

Siwon semakin tidak mengerti. Ia tak berani memikirkan jutaan hipotesa radikal yang langsung membeludak di dalam kepalanya. Mencoba berpikir logis, mungkin kekasihnya ini sudah terlalu lelah dengan proyek-proyek 3D interior design nya sehingga membuatnya ngelantur. “Teman wanitaku?!” kaji Siwon lebih dalam.

 

“Iya, teman wanitamu. Maksudnya, diriku sendiri,” jawab wanita bermata abu-abu itu santai dan tanpa beban. “Aku tadi baru saja berpikir, bagaimana jika suatu hari kita bertukar profesi. Wah, pasti akan seru, ya kan?”

 

Siwon speechless. Selain karena Sae Ra yang ternyata tidak sedang—juga tidak bisa berinteraksi dengan ‘teman wanitanya yang abstrak’ itu, juga karena imajinasi Sae Ra yang terlalu konyol.

 

“Kita coba yuk sekali-kali,” ajak wanita itu bersemangat, lalu menyesap caramel cappuccino di hadapannya.

 

Sementara Siwon semakin merasa ‘gubrak’ dengan akwardness ini. “ha-ha, iya…”

 

___________________________________________________________________

Siwon yakin, yang tadi itu bukan lelucon garing yang biasa dibuat Sae Ra ketika sedang berkencan dengan dirinya. Kalau toh kekasihnya itu memiliki sixth sense dan dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh dirinya, Sae Ra tentu sudah lebih ‘aneh’ dari yang biasanya. Sepanjang enam bulan ini, Sae Ra memang terkadang sering bertingkah aneh, cenderung jatuhnya ke konyol, tapi tidak sampai semengerikan ini.

 

Demi mendapatkan jawaban-jawaban mengenai sisi lain dari kekasihnya itu—atau setidaknya dia tidak sendirian dengan misteri tentang Sae Ra, Siwon pun menceritakannya pada yang lain ketika berkunjung di dorm suatu siang.

 

“mungkin dia anak indigo, Hyung,” celetuk Kyuhyun yang ternyata menyimak pembicaraan Siwon dkk, padahal sedari tadi ia hanya berkutat dengan soulmate—PSP nya sambil tiduran di sofa.

 

Sontak hyung-hyungnya yang lain, termasuk Siwon sendiri, terkejut oleh statement spontanitasnya. “Indigo?!”

 

“Iya,” cowok yang sekarang berambut pirang itu lalu bangkit sambil melepas earphone yang menyumbat kedua telinganya. Itu tandanya, secara non verbal, evil maknae itu sudah mulai ikut serius dengan topik pembicaraan para hyungnya. “Bukannya anak indigo itu suka bertingkah aneh ya, Hyung?” Kyuhyun kemudian malah melirik Yesung yang sering dipanggil ‘Kembaran Beda Genetik”nya Huang Sae Ra (karena sama-sama aneh) dan langsung mendapat sambutan death glare dari papa daddangkoma tersebut.

 

“Iya, sih. Tapi kan tidak semuanya seperti itu,” ucap Leetuk mulai beropini. “Setauku, anak indigo mayoritas memang sering bertingkah aneh, tapi orang yang bertingkah aneh tidak semuanya indigo,” Leetuk kemudian ikut-ikutan menyudutkan Yesung secara tidak langsung melalui tatapan matanya. “Tapi apa kau yakin Huang Sae Ra-mu tidak sedang bercanda, Siwonnie?”

 

“Ya nggak lah, Hyung. Sae Ra bercandanya nggak mungkin semengerikan itu…” ucapnya lalu memijit pelipis kanannya, pusing sekaligus galau jika harus menerima kenyataan bahwa kekasihnya itu memiliki kemampuan yang tidak biasa. Bukannya apa-apa, tapi baru kali ini Siwon menghadapi wanita yang se-extraordinary itu. Sejauh ini Siwon juga tidak begitu memperdulikan soal eksistensi ‘dunia lain’ selain dunia kita sendiri. Jika boleh diindikasikan, kepercayaan Siwon akan hal-hal tersebut terkoordinat di titik ‘antara percaya dan tidak percaya’.

 

“Sudahlah, Hyung. Kau sebaiknya lebih mensyukuri karena telah memiliki kekasih seajaib Sae Ra-noona. Kalau dia benar-benar indigo, dia kan bisa melihat masa depan. Nah, dengan begitu kan kita bisa tanya-tanya,” kata Kyuhyun. “Kalau ramalannya baik, aku akan percaya. Tapi kalau tidak, ya anggap saja salah. Hehehe…”

 

“Kau pikir yeojachinguku itu peramal hah?!” serta merta Siwon hendak menjitak Kyuhyun namun maknae itu sudah terlalu pro dalam hal menghindar.

 

“Yah, kau syukuri sajalah kekasihmu yang ‘lebih’ itu,” Leetuk menimpali.

 

Hampir tengah malam sehabis menyelesaikan pekerjaannya yang terakhir, Siwon menemui kekasihnya itu lagi di apartemennya. Biasanya kalau sudah larut begini, Siwon pasti akan menginap lalu kelaparan di rumah kekasihnya. Sambil menikmati ramyun panas buatan Sae Ra, Siwon mulai mengungkit kejadian tadi siang dengan hati-hati.

 

“Soal teman wanitaku yang tadi siang… Sebenarnya itu bukan dirimu, kan?” tanya Siwon sehalus mungkin.

 

“Mwo?! Teman wanita yang mana?” respons Sae Ra bingung kemudian menyeruput ramyunnya lagi. “Memangnya kita bicara apa tadi siang?”

 

“Teman wanita yang membuatmu tersenyum tadi… Yang kamu berpikir bahwa suatu hari kita akan bertukar profesi dan sebagiannya…”

 

“Mwo?! Apaan sih? Memangnya aku bilang seperti itu? Rasanya tadi siang kita tidak bicara apa-apa, kok…”

 

Sekarang justru Siwon yang kembali bingung. “Kau tidak ingat apa yang kau bicarakan tadi siang?”

 

“Bicara apa sih, Siwonnie??? Kita hanya makan siang biasa, kan? Tidak ada hal serius yang kita bicarakan, kan? Jangan ngelantur, deh…”

 

Siwon kembali memijit pelipisnya. Wanita ini… Sepertinya bukan anak indigo tapi anak aneh yang memang benar-benar aneh.

 

“Hmmm, oke baiklah. Lupakan saja,” Siwon lalu kembali berfokus pada ramyunnya. “Kau aneh, Siwnonnie,”. Justru kau yang aneh!

 

Siwon kemudian terpikir sesuatu untuk lebih memastikan bahwa kekasihnya ini benar-benar anak indigo atau benar-benar aneh. “Apa yang kau lihat setelah ini, Sae Ra ya?”

 

Sae Ra nyaris tersedak dengan pertanyaan ‘ajaib’ dari namjanya yang tampan itu. “maksudmu?”

 

“Maksudku, apa yang kau lihat di masa depan?”

 

Wanita itu nyaris tersedak lagi. “Masa depan?! Memagnya aku peramal hah?! Kau ini aneh-aneh saja…”

Namun Siwon tetap memaksa. “Masa kau tidak melihat sesuatu?”

 

“Uhm, oke baiklah. Aku melihat…” Siwon sudah mulai memperhatikan dengan saksama. “Aku melihat kau dan aku akan menikah dan memiliki anak yang lucu-lucu, kau semakin kaya dan terkenal dan Sveltoku semakin banyak cabang…”

 

“Geez! Bukan itu, maksudku…”

 

“Lalu apalagi? Kau tidak mau menikah denganku?!” ucap Sae Ra blak-blakan. Tak usah heran, wanita itu memang tidak suka menutup-nutupi sesuatu dan cenderung terlihat agresif. Di awal saja, Sae Ra yang menyatakan persaannya duluan dan meminta Siwon menjadi kekasihnya. Tapi memang begitulah sifatnya.

 

“Aniii… Bukannya begitu…” Siwon kini frustasi sendiri. “Uuhh… Ya sudah lah. Lupakan saja!” dan ia melanjutkan kembali menghabiskan ramyunnya.

 

Huang Sae Ra memang benar-benar kembaran beda genetiknya Yesung! Siwon harus mengingat paradigma itu rekat-rekat dalam memori otaknya.

 

HSR’s untold—secret note: I’d be Siwon’s present guardian angel so I have to always stay on his side because she couldn’t do that anymore.

Advertisements

2 thoughts on “Indigo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s