Under The Starry Sky

Cast: Super Junior Member and You 🙂

Another night with her…

Chankkaman! Janganlah berasumsi yang aneh-aneh terlebih dahulu. Aku bukan seseorang yang berotak yadong sekelas Lee Hyuk Jae. Well, aku memang sering sekali menghabiskan malam dengan yeoja yang sedari tadi menemaniku melihat bintang di atas loteng rumahnya.

It’s autumn already, jadi aku tak heran mengapa udara malam hari ini begitu dingin. But I love it. I always love the taste of autumn’s air, entah itu terjadi pada malam atau siang hari. Dan yang membuatku semakin mencintai musim gugur adalah keberadaan yeoja itu di sisiku.

“Do you feel cold, Oppa?” tanya yeoja itu, memecah lamunanku tentang sosoknya yang selalu kukagumi. Ia kemudian menggenggam sebelah tanganku tanpa meminta ijin dariku terlebih dahulu. Hangat.

“I think I’m not cold anymore. I’m freezing,” jawabku seiring dengan keluarnya uap tipis dari mulutku yang menjadi bukti bahwa udara malam ini benar-benar dingin. Oh, ayolah, Seoul akan selalu dingin meski sedang summer sekalipun.

“Kuambilkan selimut, ya?” tawarnya. Ia kemudian beranjak berdiri namun aku menahannya. “Atau mau kubuatkan minuman hangat?”

“Tidak, tidak usah,” ucapku lalu sedikit menarik tangannya, memberikan yeoja itu isyarat untuk tetap di sini saja. “Just stay here…. Please?”

“Arrasseo…” Yeoja itu kemudian kembali duduk di sebelahku. Ia mengusap-usapkan kedua tangannya—ia kedinginan. Kemudian, entah bagaimana ia menempelkan kedua telapak tangannya yang hangat itu ke pipiku. “Feel better?” tanyanya

Sementara aku hanya tersenyum.

Desiran dalam aliran darahku ini muncul lagi. Setiap saat kulit kami bersentuhan, aku selalu merasa jantungku berdebar-debar tak karuan. Ini bukan semacam desakan seksual, jika membahas tentang keadaan biologisku sebagai seorang pria dewasa. Bukan. Perasaan ini seperti…

I feel like… I’m falling in love again.

Sepertinya aku jatuh cinta dengan yeoja ini. Terlepas dari segala sifat agresifnya, aku selalu merasa nyaman ketika bersamanya. Ia selalu memperhatikanku, mendengarkan semua ceritaku tentang apapun itu. Dan kali ini, aku menyimpulkan bahwa ia adalah ‘rumah’ tempatku berpulang.

Tapi apakah ia juga merasakan apa yang kurasakan?

Setiap saat pertanyaan itu muncul di benakku, aku selalu teringat akan bekas luka dalam hatiku ini. I’ve been hurt before. Aku pernah mencintai seorang yeoja yang kupikir, aku dan yeoja itu adalah dua orang manusia dengan satu jiwa. Ketika bersama yeoja itu, aku seolah tengah melihat bayanganku sendiri. Apa yang yeoja itu rasakan, maka aku akan merasakannya. Tawanya adalah tawaku dan lukanya adalah lukaku.

Namun pada kenyataannya, aku tak bisa bertahan lebih lama dalam perasaan cintaku pada yeoja itu karena yeoja itu sendiri telah memiliki kekasih. And that was my fault. I accidentally loved her when I realized that she’d already belong to him. Kekasihnya adalah salah satu anggota Super Junior dan itu berarti, kekasihnya tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat, teman, saudara, serta rekan kerja di segala musimku.

Dan tentu saja aku tidak akan mengkhianati temanku sendiri dengan merebut yeoja itu darinya. Toh yeoja itu tak pernah mencintaiku. Toh aku tau bahwa yeoja itu sangat mencintai kekasihnya yang merupakan rekan kerjaku lebih dari apapun, begitupun sebaliknya. Dan mereka sepertinya memang ditakdirkan bersama.

Do you guys really want me to tell about it?

Oke, singkat cerita, aku sempat mencoba melawan takdir itu. I told her that I love her and unfortunately his—superjunior—my dearest friend—knew it. We were in fight, dan sejak saat itu relasi persahabatan—atau apalah itu—diantara kami menjadi tidak baik. Bahkan sampai saat ini, kami bertiga masih saling canggung ketika bertemu. Aku sempat beradu fisik dengan kekasihnya, so yeah, kurasa kalian mengerti bagaimana deskripsi ambience diantara kami ketika kami bertiga bertemu.

Alright, the past is the past. It’s over and I’m moving on.

Aku sempat menolak untuk jatuh cinta lagi ketika ada banyak cinta dari banyak yeoja datang dari hidupku. Yeoja-yeoja semacam yeoja yang berada di sampingku ini. Ketika yeoja-yeoja yang lain itu telah bersikap sedikit lebih intimate kepadaku, maka aku akan membangun sebuah tembok tak kasat mata diantara kita. Well, kalian boleh mengataiku pecundang or stuff like that, aku tidak akan peduli. Kenyataannya aku memang tidak ingin melangkah lebih jauh dengan yeoja-yeoja itu. Lagipula ini juga demi kebaikan kami bersama, well, setidaknya itu menurutku.

Tapi berbeda dengan yeoja ini.

Aku seolah memiliki sebuah ikatan yang akan membuatku begitu menginginkannya. Sentuhannya, suaranya, perhatiannya, seluruh bagian dari dirinya ibarat oksigen bagiku. Tidak ada alasan pasti yang membuatku jatuh cinta padanya. Semua perasaan ini mengalir begitu saja.

Everything comes naturally when you with me baby,

Begitu kata Selena Gomes dalam lagunya.

Aku seribu persen yakin aku akan memperjuangkan cintaku pada yeoja ini. Dia tidak memiliki kekasih ataupun sedang dijodohkan.. Jadi, apalagi yang kutunggu?

Tapi hanya ada satu yang menghalangiku untuk mengatakan ‘cinta’ kepadanya. Does she feel the same thing?  Apakah ia merasa segala bentuk perilaku serta perhatiannya terhadapku itu merupakan ungkapan rasa cinta, seperti apa yang kuduga selama ini? Apakah aku yang terlalu berlebihan?

We’re the best of friends
And we share our secrets
She knows everything that is on my mind
But lately something’s changed
As I lie awake in my bed
A voice here inside my head
Softly says

Why don’t you kiss her
Why don’t you tell her
Why don’t you let her see
The feelings that you hide
Cause she’ll never know
If you never show
The way you feel inside

Entah bagaimana, radio yang sedari tadi menemani kami dengan siaran musik malamnya, memutar lagu ini. Well, yeoja itu memang selalu memasang radio setiap aku mampir ke rumahnya dan menghabiskan malam dibawah langit berbintang bersamanya seperti ini. Romantis bukan?

Dan entah bagiamana juga, tiba-tiba keheningan diantara kami menyeruak. Pandangan kami saling bertemu. Bahasa matanya mengartikan ‘how the hell this song could be played?’, seolah ia menanyakan hal itu padaku. Aku pun sama dengannya.

Does she really feel the same thing?

Oh I’m so afraid to make that first move
Just a touch and we
Could cross the line
And every time she’s near
I wanna never let her go
Confess to her what my heart knows
Hold her close

“Siapa yang menyanyikan lagu ini, Oppa?” tanyanya memecah keheningan diantara kami.

“Aku tidak tau,” jawabku mengedikkan bahu.

“But it’s nice…” katanya. Kemudian yeoja itu memejamkan matanya, menikmati setiap melodi yang dilantunkan dari instrument akustik yang mengiringi lagu ini. I know that she loves music as hell. Kau tidak akan pernah tau bahwa yeoja ini bisa memainkan segala jenis alat musik dan pernah bergabung dalam band semasa SMA. How do I know? Kami satu sekolah dan cukup saling mengenal. Waktu itu kami tidak seakrab sekarang. Persahabatan kami hanya sebatas I know you because you are my any other friend’s friend. Lalu setelah bertahun-tahu, kami bertemu di sebuah minimarket di ujung gang, kami terlibat dalam percakapan ringan yang pada akhirnya membawa kami pada tahapan bertukar nomor telepon, hingga sampai sedekat ini.

“Yea.. It’s nice,” kataku canggung. “It’s nice like—“

Aku menggantung jawabanku. Dan sepertinya ia penasaran.

“Like what?”

“Like… Like what I’m feeling now,” jawabku tidak berani menatap matanya.

Yeoja itu terdiam. Tak bisa kuartikan apa arti sikap diamnya yang tiba-tiba itu.

What would she say
I wonder would she just turn away
Or would she promise me
That she’s here to stay
It hurts me to wait
I keep asking myself

 

“Why don’t you tell her?” tanya yeoja itu ditengah rasa nervousku yang sudah menguasai seluruh tubuhku. I’m really freezing. “She would like to know,” katanya dan itu sontak membuatku terbelalak.

“W-what do you mean?”

Aku masih tidak berani mempercayai kata-katanya yang mengatakan wanita itu ingin mengetahuinya. Does ‘her’ stand for herself, like she’s already know or…?

“Oppa, do u love me?”

Pertanyaan itu benar-benar membunuhku. Apa aku tidak salah dengar?

“Apakah yeoja yang ingin Oppa ketahui perasaannya itu adalah aku ataukah aku hanya berlebihan karena kupikir kedekatan kita selama ini bukan hanya sekedar teman biasa…” katanya terdengar lirih di akhir dan kemudian ia menunduk.  “I would like to know, Oppa…”

I couldn’t say anything. Aku benar-benar speechless. Aku bisa menyimpulkan apa yang terjadi saat ini tapi… Aku hanya tidak berani mempercayainya.

“Well, kupikir ini hanya persaanku saja. Aku terlalu berlebihan. Mianhae, Oppa…”

“NO, NO!” seruku sedikit agak kasar. “Semua yang kau pikirkan itu benar. I Love you. I Like you. I’mma… I’M EXTREMELY CRAZY ABOUT YOU!”

Yeoja itu kini menatapku tak percaya.

“I swear, I love you, so please… Stay with me,”

Yeoja itu masih menatapku tak percaya sampai pada saat aku menggenggam tangannya dengan sorot mata meyakinkan, raut wajahnya berubah menjadi bahagia. “Jeongmal Saranghamnida.”

Ia kemudian menghambur ke pelukanku terlebih dahulu. Aku sedikit terkejut, tapi… Sepertinya aku harus terbiasa dengan sikap agresifnya ini.

It’s really her style.

And the main point is…

I’m crazy about it.

-fin-

Ps: The song is from Jessey McCartney-Why Don’t You Kiss Her.

Advertisements

4 thoughts on “Under The Starry Sky

  1. You know? You has a talent for writing. You can makes sense. Even for short story.
    And…. That it is. Sometimes a guy afraid confess to girl who he like because he doesn’t know, ”whether she love me too?”–or–”nevermind, only me who had this fuckin feel.”

    Hahaha. Seriously, i wanna be pretty agressive like her as in your story.
    But, most of us still stronghold prestige—in the end

    • Whoaaa… Thank you very much. I feel honored 🙂
      Yea you know it’s already 2013 and it’s never mind if a girl confess it first. You don’t want to be a loser by never letting him know, right? So declare your love or it is too late *LOL I copied from a movie’s tagline*
      Thank’s for visited.
      Nice to meet you 🙂

  2. kenapa aku berpikir pria itu adalah donghae? astaga padahal donghae bukan biasku —_____—
    sweet story, dear
    i love it so much
    aku suka kata2mu yang bisa memainkan perasaan readers
    good job

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s